English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, January 26, 2011

CROP CIRCLE (ISU UFO DI INDONESIA)

Bukan JEJAK UFO ATAU SUTET , tapi Ulah Manusia (Klarifikasi UFO Jogja)




Fenomena kemunculan UFO yang meninggalkan jejak di daerah persawahan Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, kini mulai terjawab sudah. Berbagai macam spekulasi muncul, mulai dari kalangan awam hingga bidang ahlinya seperti LAPAN ( Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ). Tetapi sebagai masyarakat ilmiah utamanya akademisi tentu berargumen ketika dasar dan bukti konkret benar-benar ada. Dari beberapa komentar dari artikel saya sebelumnya UFO ke Jogja, Ngapain? ada beberapa komentar yang menyinggung tentang SUTET, pada awalnya tidak mengerti, hingga akhirnya memina bantuan wikipedia. Selain itu juga media online juga sudah tersiar kabar bahwa ada beberapa spekulasi yang muncul beberapa diantaranya SUTET.




Ada SUTET di atas Lambang UFO

SUTET atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi merupakan media pendistribusian listrik oleh PLN berupa kabel dengan tegangan listriknya dinaikkan hingga mencapai 500kV yang ditunjukkan untuk menyalurkan listrik dari pusat pembangkit listrik menuju pusat-pusat beban yang jaraknya sangat jauh. SUTET sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu SUTET pipa bawah tanah atau bawah air, dan SUTET kontsruksi udara. Indonesia sebagai negara yang berbentuk kepulauan menggunakan kedua jenis SUTET ini, SUTET bawah air digunakaan untuk mendistribusikan listrik antar satu pulau dengan pulau lain, sedangkan SUTET kontruksi udara digunakan untuk mendistribusikan listrik di darat.

Karena SUTET merupakan kawat yang berarus maka tentu saja SUTET menghasilkan medan listrik dan medan magnet dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Berikut adalah dampak-dampak yang ditimbulkan oleh medan listrik pada SUTET yang dapat dirasakan secara kasat mata (scribd.com):

* Menimbulkan suara/bunyi mendesis akibat ionisasi pada permukaan penghantar (konduktor) yang kadang disertai cahaya keunguan,

* Bulu/rambut berdiri pada bagian badan yang terpajan akibat gaya tarik medan listrik yang kecil,

* Lampu neon dan tes-pen dapat menyala tetapi redup, akibat mudahnya gas neon di dalam tabung lampu dan tes-pen terionisasi,

* Kejutan lemah pada sentuhan pertama terhadap benda-benda yang mudah menghantar listrik (seperti atap seng, pagar besi, kawat jemuran dan badan mobil).

Berdasarkan ulasan di atas maka, dapat dikatakan bahwa tidak ada korelasi yang menghubungkan antara SUTET dan Jejak UFO itu. Thomas Djamaluddin sebagai salah satu Profesor Riset Astronomi LAPAN menegaskan bahwa tidak ada mekanisme eletromagnetik membentuk pola seperti itu. Terlebih lagi padi tidak berpenguruh pada gaya eletromagnetik.

Saya pribadi menduga bahwa suara besar yang dikabarkan menyerupai suara helokopter itulah yang menimbulkan spekulasi seroang warga. Ia mengatakan bahwa SUTET lah yang menyebabkan fenomena tersebut. Jadi ketimbang bergulat dengan SUTET mari kita abaikan dulu teori ini.

Crop Cyrcle adalah Karya Manusia

Sains adalah sebuah pengetahuan universal, ilmu pengetahuan tidaklah sama dengan pengetahuan dongeng. Kadang, fakta lebih menyakitkan daripada doktrin ataupun mitos. Berikut ini selian juga fakta tapi sekaligus meruntuhkan teori SUTET tadi. Crop Cyrcle di Jogja yang pada akhirnya menimbulkan banyak spekulasi di media utamanya di masyarakat sebenarnya adalah sebuah fenomena biasa. Sudah banyak terjadi di belahan dunia. Bahkan menjadi objek wisata tersendiri. Untuk itu mari kita klarifikasi seksama agar yang ilmiah dan alami dapat disatukan.

Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sekarang paling sering di jumpai. Fenomena alam ini pertama kali ditemukan di Inggris pada tahun 1647. Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran besar dan luas dan aneka bentuk lain seperti geometri, bahkan ada juga yang yang biasa ditemui membentuk citra mahkluk hidup seperti kalajengking,kelabang dan lainnya. Seperti halnya yang terjadi di Jogja, Crop Crcle membentuk sebuah pola unik dan syarat dengan pembacaaan simbol. Di berbagai negara seperti Inggris, Amerika dan Australia yang banyak memiliki lahan pertanian Gandum lebih mudah untuk menemukan fenomena ini.

Banyak yang mengkaitkan crop circle ini dengan kegiatan spiritual karena rangkaian bentuk geometri yang terbentuk di ladang pertanian itu (gambar-gambar itu terbentuk dengan tanaman yang rebah / roboh). Menurut informasi yang ada, kemunculan fenomena crop circle ini sering disertai juga dengan pemunculan ufo yang berbentuk bola cahaya. Sebuah video yang berhasil merekam proses terjadinya sebuah crop circle (di oliver’s castle tahun 1996, lihat foto atas) menunjukkan bahwa sebuah crop circle terbentuk dalam waktu hanya sekitar 20 detik saja. Padahal besarnya mencapai puluhan meter. Fenomena ini bahkan diperkirakan telah muncul sejak ratusan tahun lalu. Sebuah ukiran pahatan kayu dari abad 17 yang dinamakan “Mowing Devil” menunjukkan ada makhluk yang dipercaya adalah setan, membuat kerusakan berupa lingkaran di ladang pertanian.(sumber)

Avebury Trusloe, nr Beckhampton, Wiltshire. Reported 30th June 2006 spekulasi-spekulasi dan asumsi orang tentang crop circle Lingkaran aneh nan misterius di ladang gandum adalah fokus yang selalu menarik perhatian dan penelitian dari kalangan ilmuwan, dan hingga kini belum ada kesimpulan atas sebab terjadinya fenomena tersebut.(Sumber)

Sebenernya sulit untuk percaya kalo ini perbuatan manusia. Cukup banyak yang beranggapan, bahwa apa yang disebut lingkaran ladang gandum itu tidak lebih dari perbuatan iseng seseorang. Menurut ilmuwan Anderro dari Inggris yang telah menyelidiki sekaligus meneliti fenomena tersebut selama 17 tahun lamanya, bahwa ada sekitar 80% lingkaran ladang gandum itu merupakan buatan manusia. Seorang warga Inggris pernah menuturkan kepada media massa, bahwa dia dan beberapa temannya adalah pembuat lingkaran ladang gandum di London, Inggris. Sebelumnya mereka telah mempersiapkan gambar desain, ketika gandum di ladang hampir matang, dengan sebuah paku panjang dipantakkan di ladang gandum, dan paku itu dijadikan sebagai pusatnya, selanjutnya, melingkari permukaan tanah dengan tali, lalu muncullah sebuah lingkaran ladang gandum.





Masalahnya, apakah mungkin seseorang dapat membuat lingkaran berdiameter 70 meter tersebut dalam satu malam tanpa alat bantu yang memadai? lalu tujuan membuatnya untuk apa?



thanks tvisimy blogdon'forget follome
h
ttp://adiasa.blogspot.com

0 comments:

Post a Comment